
Motivasi dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan Geber Emas (Gerakan Bersama Edukasi Masyarakat), warga Kampung Daur Ulang (Kampung Dalang) RW 05, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, diajak meningkatkan kesadaran memilah sampah, menabung emas, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga demi mewujudkan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah), Kamis (15/10).
MAYANGAN – Motivasi dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan Geber Emas (Gerakan Bersama Edukasi Masyarakat), warga Kampung Daur Ulang (Kampung Dalang) RW 05, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, diajak meningkatkan kesadaran memilah sampah, menabung emas, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga demi mewujudkan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah), Kamis (15/10).
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, sebagai narasumber. Turut hadir Camat Mayangan Deus Nawandi, Lurah Jati Gilang Ramadhan Liyadi, Ketua TP PKK Kecamatan Mayangan, dan Ketua TP PKK Kelurahan Jati. Peserta kegiatan meliputi perwakilan warga RW 05, kelompok kerja (pokja) kelurahan, serta seluruh ketua RT di wilayah tersebut.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, menegaskan bahwa keberadaan fasilitas pengelolaan sampah tidak akan memberikan hasil optimal tanpa motivasi dan partisipasi aktif masyarakat. “Modal utama yaitu punya motivasi tinggi. Meskipun ada banyak bank sampah, tetapi kalau tidak ada motivasi lebih, tidak akan bisa,” ujarnya.
Menurut Evariani, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kelurahan Jati sebagai wilayah yang bersolek, dengan lingkungan yang tertata, bersih, dan sehat. Ia menekankan bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan harus tumbuh dari kesadaran bersama, mulai dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan RT dan RW.
Ia juga mengapresiasi kreativitas warga RW 05 Kampung Dalang, baik melalui hasil karya daur ulang maupun pemanfaatan tanaman untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Evariani mendorong setiap rumah memiliki tanaman yang dapat dipanen dan dimanfaatkan sendiri. Warga dapat memanfaatkan pekarangan maupun polybag untuk menanam berbagai tanaman pangan sesuai kondisi lingkungan masing-masing.
“Rekomendasi PKK, salah satu yang terbaik di Kota Probolinggo ada di RW 05 Kampung Dalang. Kampung Dalang bersolek ini harus punya gerakan pot tanaman yang dipanen sendiri dan dimanfaatkan sendiri. Setiap rumah harus ada, menggunakan polybag sendiri. Minimal 10 tanaman,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Evariani menyampaikan akan mengirimkan polybag dan kompos agar warga dapat segera memulai gerakan penanaman. Ia berharap upaya tersebut tidak ditunda sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga.
Selain ketahanan pangan, pengelolaan sampah menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Evariani menjelaskan bahwa dukungan penjemputan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) perlu diimbangi dengan keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. “Penjemputan dari DLH, kuncinya penggeraknya dari masyarakat itu sendiri. Kerja bakti juga,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RW 05 sekaligus Kepala Bank Sampah Kampung Dalang, Miftahul Rochmah, mengatakan kegiatan Geber Emas bertujuan memotivasi warga agar lebih aktif mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan RW, khususnya dalam edukasi dan pengelolaan sampah.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menambah wawasan warga mengenai pentingnya memilah sampah serta mendorong kebiasaan mengelola sampah secara lebih baik dari rumah masing-masing.
Melalui edukasi tersebut, warga diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga bersedia terlibat langsung dalam kegiatan bank sampah dan gerakan lingkungan yang dijalankan bersama.
Miftahul menjelaskan, Bank Sampah Kampung Dalang telah berjalan sejak 2019. Saat ini, terdapat 12 orang yang telah bergabung dalam kegiatan bank sampah tersebut. Keanggotaan dan partisipasinya tidak hanya terbatas pada warga RW 05, tetapi juga menjangkau masyarakat di luar wilayah RW tersebut.
Keberadaan bank sampah diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah sampah sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan keterlibatan lebih banyak warga, pengelolaan sampah diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. (sit/fa)