
Kepemimpinan baru Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo masa bakti 2026 – 2030 resmi dimulai. Dewi Ana Maria dikukuhkan dalam prosesi pelantikan dan serah terima jabatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Mayangan, Jumat (26/6).
MAYANGAN – Kepemimpinan baru Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo masa bakti 2026 – 2030 resmi dimulai. Dewi Ana Maria dikukuhkan dalam prosesi pelantikan dan serah terima jabatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Mayangan, Jumat (26/6).
Pelantikan yang dipimpin Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin berdasarkan Surat Keputusan Ketua TP PKK Kota Probolinggo Nomor 006/KEP/PKK.Pb.Kt/VI/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Ketua TP PKK Kecamatan Mayangan. Dewi Ana Maria menggantikan Sri Lestari, seiring dengan perubahan kepemimpinan di Kecamatan Mayangan setelah Agus Dwiwantoro mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.
Dalam prosesi pengukuhan, dr. Evariani menyampaikan keyakinannya bahwa Ketua TP PKK Kecamatan Mayangan yang baru mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Menurutnya, keberadaan TP PKK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan di tingkat kewilayahan.
"Saya percaya Ketua TP PKK Kecamatan Mayangan yang baru dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, semangat kebersamaan, serta mampu menggerakkan seluruh kader PKK untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. PKK bukan hanya organisasi pendamping, tetapi motor penggerak pemberdayaan keluarga yang harus terus adaptif terhadap kebutuhan zaman," ujar dr. Evariani.
Pada kesempatan tersebut, istri Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin ini, juga menyampaikan apresiasi kepada Sri Lestari atas dedikasi dan pengabdian selama memimpin TP PKK Kecamatan Mayangan. Sementara kepada Dewi Ana Maria, ia berpesan agar membangun kepemimpinan yang inklusif dengan mengedepankan kolaborasi bersama pemerintah kecamatan, kelurahan, kader PKK, hingga berbagai pemangku kepentingan.
"Menjadi Ketua TP PKK bukan sekadar memimpin organisasi, tetapi bagaimana mampu merangkul, mendengarkan, dan menggerakkan seluruh kader agar memiliki semangat yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kekuatan PKK lahir dari kekompakan, komunikasi yang baik, dan kolaborasi yang terus dibangun," tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Evariani menegaskan bahwa tantangan pembangunan keluarga saat ini menuntut kader PKK untuk terus berinovasi. Program-program yang dijalankan tidak lagi hanya bersifat administratif, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga di tengah perkembangan era digital.
Untuk itu, TP PKK Kota Probolinggo mendorong seluruh jajaran TP PKK Kecamatan Mayangan memperkuat lima program prioritas. Yakni, peningkatan kesejahteraan keluarga, peningkatan kesehatan keluarga, pendidikan dan kesejahteraan keluarga, pelestarian lingkungan hidup, serta penguatan tata kelola administrasi PKK.
Kelima program tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam menghadirkan berbagai inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan Kota Probolinggo. (sit/fa)