
Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin mengikuti aksi tanam pohon bungur di Jalan Tembus Maramis – Gladak Serang, Rabu (28/1). Giat ini merupakan bentuk dukungan peringatan Hari Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon “Sahabat Pohon (Sehatkan Alam, Hijaukan Bumi Lewat Tanam Pohon), yang diawali apel di RTH Maramis.
KANIGARAN – Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin mengikuti aksi tanam pohon bungur di Jalan Tembus Maramis – Gladak Serang, Rabu (28/1). Giat ini merupakan bentuk dukungan peringatan Hari Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon “Sahabat Pohon (Sehatkan Alam, Hijaukan Bumi Lewat Tanam Pohon), yang diawali apel di RTH Maramis.
Apel dan penanaman ini dihadiri Wali Kota dr. Aminuddin, perwakilan forkopimda, ketua perangkat daerah terkait, camat, pimpinan perusahaan dan pegiat lingkungan. Penanaman pohon ini sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta meningkatkan kepedulian masyarakat yang tinggal di sekitar sempadan sungai.
Wali Kota Aminuddin yang bertindak sebagai pembina apel menegaskan bahwa kebutuhan pohon di Kota Probolinggo masih jauh dari ideal.
“Di Kota Probolinggo dibutuhkan sekitar 250 ribu pohon, karena secara ideal satu orang membutuhkan satu pohon. Saat ini, pohon yang tersedia baru sekitar 12.500,” ungkapnya.
Menurut wali kota, tutupan pohon di Kota Probolinggo belum memenuhi standar ideal 30 persen ruang terbuka hijau. “Pohon adalah sumber kehidupan. Ia menjadi penghasil oksigen, tempat burung bersarang sekaligus indikator kualitas lingkungan,” ucapnya.
Dokter Amin pun mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat dengan menggaungkan gerakan satu orang satu pohon. Lebih lanjut, ia menyampaikan memaparkan berbagai manfaat pohon, mulai dari peningkatan oksigen, dukungan terhadap ekosistem hewan, hingga fungsi biopori alami yang mampu menyerap air hujan dan mengurangi risiko genangan maupun banjir.
Sementara itu, Ketua TP PKK dr. Evariani berharap Gerakan Tanam Sejuta Pohon tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi gerakan kolektif masyarakat yang berkelanjutan. Pohon dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas lingkungan, kesehatan keluarga, dan masa depan anak-anak.
“Melalui gerakan ini, diharapkan kota menjadi lebih sejuk, sehat, dan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga alam mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga,” tuturnya.
TP PKK Kota Probolinggo, lanjut dr. Evariani, berkomitmen untuk terlibat aktif melalui berbagai upaya nyata. Antara lain menggerakkan kader PKK di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon secara berkelanjutan.
Kemudian, mengintegrasikan kegiatan tanam pohon dengan program PKK, seperti HATINYA PKK, pemanfaatan pekarangan, dan gerakan keluarga sadar lingkungan. PKK juga mendorong setiap keluarga binaan untuk menanam dan merawat minimal satu pohon di pekarangan, fasilitas umum, atau lingkungan sekitar.
“Kami siap berkolaborasi dengan PD terkait, komunitas lingkungan, sekolah, dan dunia usaha untuk memperluas dampak gerakan ini,” terang istri Wali Kota Dokter Amin ini.
Untuk mendukung terciptanya RTH yang ideal di Kota Probolinggo, dr. Evariani merencanakan penguatan peran keluarga dan masyarakat.
“Seperti mengembangkan taman keluarga, kebun PKK, dan ruang hijau berbasis komunitas di tingkat kelurahan. Melakukan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat tentang pentingnya ruang terbuka hijau bagi kesehatan, kualitas udara, dan keseimbangan ekosistem,” jelasnya.
“Pemanfaatan lahan sempit melalui konsep urban farming dan vertical garden harus dimaksimalkan. Dan tentu saja, kami akan mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam penataan dan perlindungan ruang terbuka hijau agar tetap lestari dan berfungsi optimal bagi masyarakat,” kata ibu dua orang anak ini. (fa)