
Optimalisasi Pelayanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kota Probolinggo terus dilakukan Ketua Pembina Posyandu Kota Probolinggo, dr Evariani Aminuddin. Kamis (24/9), kegiatan tersebut digelar di Pendapa Kecamatan Kanigaran, dengan diikuti kader posyandu di wilayah itu.
KANIGARAN – Optimalisasi Pelayanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kota Probolinggo terus dilakukan Ketua Pembina Posyandu Kota Probolinggo, dr Evariani Aminuddin. Kamis (24/9), kegiatan tersebut digelar di Pendapa Kecamatan Kanigaran, dengan diikuti kader posyandu di wilayah itu.
Diketahui, 6 SPM yang dioptimalkan dalam pelayanan posyandu meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (trantibum linmas) dan sosial.
Dalam kesempatan itu, Dokter Eva – sapaannya, menyampaikan posyandu saat ini memiliki peran yang sangat strategis, dimana dari pusat sampai daerah seluruh aplikasi sudah berbasis digital. Sehingga semua kader posyandu harus paham bagaimana mengisi agar data - data di posyandu bisa real time "One Day One Data".
“Update tidak boleh lagi ditunda. Untuk itu kita harus tumbuh dan berkembang. Sementara untuk perluasan peran, dihadirkan narasumber yang kompeten guna memberikan ilmu sekaligus melatih kader dalam kegiatan sosialisasi ini,” terang Dokter Eva.
Pergeseran laporan ke digitalisasi ini, lanjutnya, agar kita bisa meningkatkan kecepatan layanan, datanya real time, kemudian laporan saat ini harus terintegrasi ke pusat. “Nah posyandu digital ini bukan hanya kesehatan, tentunya nanti akan dikendalikan pada bidang – bidang yang lain. Semua dari bagian pendidikan nanti harus mensuplai kebutuhan di posyandu, konsep ini bagian bukti transformasi posyandu adalah nyata datanya dan real time. Kalau input datanya benar, submit, data bisa dilihat langsung wali kota,” imbuhnya.
Kader posyandu juga bertugas memberikan informasi kebutuhan apa yang belum ada di 6 SPM untuk dilaporkan ke lurah. Kemudian lurah memasukkan ke musrenbang kelurahan dan berjenjang hingga ke tingkat kota. Pemetaan 6 SPM dilaksanakan pada tahun 2026, sedangkan pengadaannya pada tahun 2027 atau 2028.
Dokter Eva juga menjelaskan tentang Portal Amanahku. Sistem ini bisa mengemas pekerjaan menjadi lebih ringkas, dari posyandu konvesional menuju posyandu modern, cukup klik melalui gadget. Untuk masuk akun tinggal diisi data, nantinya siapapun yang membutuhkan data sesuai dengan kewenangan bisa mengakses, termasuk semua kader posyandu yang akan mendapat akun masing – masing.
“Beberapa pondasi yang wajib harus dipenuhi ketika kita mau mulai Portal Amananahku ini lengkapi dulu keseluruhan legalitasnya. Ketua TP PKK Kelurahan wajib melihat, apakah SK posyandu, SK kader yang sah sudah ada dokumennya, administrasinya, buku registernya, dokumennya. Kemudian sudah ada nomor register posyandunya di Kemendagri, integrasi ini nanti Pak Lurah yang harus kontrol itu,” pesannya.
Portal Amanahku diharapkan menjadi sarana yang membantu posyandu karena sudah terintegrasi kepada semua dashboard yang ada di Kota Probolinggo, termasuk penyampaian informasi, pelaporan, maupun koordinasi pelayanan.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, semoga ikhtiar kita bersama melalui kegiatan Posyandu 6 SPM ini bermanfaat dan Portal Amanah menjadi awal bagi kita dalam menyelesaikan seluruh permasalahan di Kota Probolinggo melalui data,” harap Dokter Eva.
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Sosial Dan Pemberdayaan Masyarakat Dinsos PPPA Kota Probolinggo Yaneke Triana dalam laporannya menjelaskan, melalui sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola serta operator posyandu dalam mengoptimalkan pelayanan posyandu 6 SPM.
“Mengenalkan dan memberikan pemahaman mengenai Portal Amanahku, mendorong pemanfaatannya sebagai sarana pendataan, penyampaian informasi, pelaporan dan koordinasi pelayanan posyandu, dan mendorong terwujudnya pelayanan posyandu yang lebih mudah, tertib, terpadu, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan yang diikuti 90 peserta terdiri dari operator posyandu 75 orang dan Perangkat Daerah Pembina tersebut menghadirkan narasumber Fajar Raharjo, Pengembang Aplikasi Portal Amanahku. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perangkat Daerah Pembina Posyandu, sekcam, lurah dan operator posyandu se- Kecamatan Kanigaran. (Crl/fa)